-->

Rabu, 07 Oktober 2026

Salah Seorang Keluarga Pasien RSUD Mengeluh, MOT Desak Pemkab Pasbar Segera Evaluasi

 

 Salah Seorang Keluarga Pasien RSUD Mengeluh, MOT Desak Pemkab Pasbar Segera Evaluasi



PASAMAN BARAT, prorakyatnews.id — Perhatian terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat kembali menjadi sorotan. Keluhan salah seorang  keluarga pasien mengenai lambannya pelayanan serta dugaan belum optimalnya penanganan medis mendorong Media Online Talamau (MOT) meminta Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melakukan evaluasi terhadap pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.


Keluhan itu disampaikan ML (35), anak almarhumah SM, warga Tinggam, Jorong Harapan, Nagari Sinuruik. Kepada awak media, ML mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan yang diterima ibunya selama menjalani perawatan di RSUD Jambak hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (6/10/2026).


Menurut ML, hal yang paling membuat dirinya terpukul bukan semata-mata karena kehilangan sang ibu, tetapi pengalaman yang menurutnya dirasakan keluarga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.


“Saya tidak menyesali orang tua saya meninggal, Pak. Yang saya sesalkan adalah pelayanan rumah sakit tersebut. Dokter spesialis penyakit dalam yang katanya datang pukul 08.00 WIB tidak kunjung datang. Bahkan dokter yang bernama NSW tersebut terlihat berada di ruang poli,” ungkap ML dengan nada kecewa.


ML mengatakan, sebagai keluarga pasien, dirinya berharap memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, profesional, serta komunikasi yang jelas, terlebih ketika kondisi pasien membutuhkan perhatian dokter spesialis.


Menurutnya, keluarga pasien tentu tidak memiliki kapasitas untuk menilai tindakan medis secara mendalam. Namun, keluarga berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi pasien, jadwal pemeriksaan dokter, serta pelayanan yang sesuai dengan standar operasional rumah sakit.


Dengan wajah sedih, ML mengaku tidak ingin pengalaman yang dialaminya kembali dirasakan oleh keluarga pasien lainnya.


“Saya berharap jangan sampai ada pasien lain yang mengalami apa yang dialami ibu saya. Kalau memang ada kekurangan dalam pelayanan, tolong diperbaiki. Jangan sampai masyarakat yang datang berobat justru merasa kecewa dengan pelayanan yang mereka terima,” harapnya.


MOT Minta Pemkab dan DPRD Beri Perhatian

Menyikapi keluhan tersebut, Media Online Talamau meminta Bupati Pasaman Barat Yulianto, S.H., M.H. bersama Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah memberikan perhatian serius terhadap kualitas pelayanan di RSUD Pasaman Barat.


MOT menilai rumah sakit daerah merupakan salah satu wajah utama pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, setiap keluhan masyarakat terkait keterlambatan pelayanan, komunikasi antara tenaga medis dengan pasien dan keluarga, maupun persoalan lainnya perlu ditanggapi secara serius dan objektif.


Jika benar terdapat tenaga medis yang tidak berada di tempat pada waktu pelayanan atau terdapat pelayanan yang tidak berjalan sesuai ketentuan, hal tersebut perlu diperiksa secara objektif oleh pihak rumah sakit dan pemerintah daerah.


Sebaliknya, apabila terdapat informasi yang tidak sesuai dengan fakta pelayanan maupun kondisi medis pasien, pihak rumah sakit juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi secara terbuka. Langkah tersebut penting agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.


Pada prinsipnya, pelayanan kesehatan tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaannya. Pasien yang datang ke rumah sakit bukan sekadar nomor rekam medis, melainkan manusia yang datang membawa harapan untuk mendapatkan pertolongan. Di sisi lain, keluarga pasien juga membutuhkan kepastian, informasi dan komunikasi yang jelas dari pihak rumah sakit.


MOT mendesak Pemkab Pasaman Barat dan DPRD segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan RSUD Pasaman Barat, termasuk memastikan standar operasional pelayanan benar-benar diterapkan.


Evaluasi tersebut bukan untuk mencari-cari kesalahan tenaga medis, melainkan untuk mengetahui apakah standar pelayanan telah berjalan sebagaimana mestinya, apakah ketersediaan dokter spesialis memadai, bagaimana mekanisme pelayanan pasien, serta bagaimana pengawasan terhadap kedisiplinan tenaga kesehatan.


Jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran, tentunya harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, apabila tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara transparan agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang.


MOT juga meminta manajemen RSUD Pasaman Barat memberikan klarifikasi terkait keluhan keluarga almarhumah SM, termasuk mengenai kronologi pelayanan, kehadiran dokter spesialis yang disebut oleh keluarga pasien, serta tindakan medis yang diberikan selama pasien menjalani perawatan.


Pada akhirnya, tujuan utama evaluasi bukanlah menyalahkan pihak tertentu, melainkan memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Pasaman Barat terus mengalami perbaikan dan masyarakat tetap merasa aman, nyaman serta mendapatkan pelayanan terbaik ketika membutuhkan pertolongan medis. *** buana


Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Headline News

Back to Top