![]() |
| Salah Seorang Keluarga Pasien RSUD Mengeluh, MOT Desak Pemkab Pasbar Segera Evaluasi |
PASAMAN BARAT, prorakyatnews.id — Perhatian terhadap kualitas pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat kembali menjadi
sorotan. Keluhan salah seorang keluarga
pasien mengenai lambannya pelayanan serta dugaan belum optimalnya penanganan
medis mendorong Media Online Talamau (MOT) meminta Pemerintah Kabupaten Pasaman
Barat melakukan evaluasi terhadap pelayanan di rumah sakit milik pemerintah
daerah tersebut.
Keluhan itu disampaikan ML (35), anak almarhumah SM,
warga Tinggam, Jorong Harapan, Nagari Sinuruik. Kepada awak media, ML
mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan yang diterima ibunya selama
menjalani perawatan di RSUD Jambak hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa
(6/10/2026).
Menurut ML, hal yang paling membuat dirinya terpukul bukan semata-mata
karena kehilangan sang ibu, tetapi pengalaman yang menurutnya dirasakan
keluarga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Saya tidak menyesali orang tua saya meninggal, Pak. Yang saya sesalkan
adalah pelayanan rumah sakit tersebut. Dokter spesialis penyakit dalam yang
katanya datang pukul 08.00 WIB tidak kunjung datang. Bahkan dokter yang bernama
NSW tersebut terlihat berada di ruang poli,” ungkap ML dengan nada kecewa.
ML mengatakan, sebagai keluarga pasien, dirinya berharap memperoleh
pelayanan yang cepat, tepat, profesional, serta komunikasi yang jelas, terlebih
ketika kondisi pasien membutuhkan perhatian dokter spesialis.
Menurutnya, keluarga pasien tentu tidak memiliki kapasitas untuk menilai
tindakan medis secara mendalam. Namun, keluarga berhak memperoleh informasi
yang jelas mengenai kondisi pasien, jadwal pemeriksaan dokter, serta pelayanan
yang sesuai dengan standar operasional rumah sakit.
Dengan wajah sedih, ML mengaku tidak ingin pengalaman yang dialaminya
kembali dirasakan oleh keluarga pasien lainnya.
“Saya berharap jangan sampai ada pasien lain yang mengalami apa yang dialami
ibu saya. Kalau memang ada kekurangan dalam pelayanan, tolong diperbaiki. Jangan
sampai masyarakat yang datang berobat justru merasa kecewa dengan pelayanan
yang mereka terima,” harapnya.
MOT Minta Pemkab dan DPRD Beri Perhatian
Menyikapi keluhan tersebut, Media Online Talamau meminta Bupati
Pasaman Barat Yulianto, S.H., M.H. bersama Ketua DPRD Pasaman
Barat Dirwansyah memberikan perhatian serius terhadap kualitas
pelayanan di RSUD Pasaman Barat.
MOT menilai rumah sakit daerah merupakan salah satu wajah utama pelayanan
pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, setiap keluhan masyarakat terkait
keterlambatan pelayanan, komunikasi antara tenaga medis dengan pasien dan
keluarga, maupun persoalan lainnya perlu ditanggapi secara serius dan objektif.
Jika benar terdapat tenaga medis yang tidak berada di tempat pada waktu
pelayanan atau terdapat pelayanan yang tidak berjalan sesuai ketentuan, hal
tersebut perlu diperiksa secara objektif oleh pihak rumah sakit dan pemerintah
daerah.
Sebaliknya, apabila terdapat informasi yang tidak sesuai dengan fakta
pelayanan maupun kondisi medis pasien, pihak rumah sakit juga perlu diberikan
ruang untuk menyampaikan klarifikasi secara terbuka. Langkah tersebut penting
agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pada prinsipnya, pelayanan kesehatan tidak boleh kehilangan sisi
kemanusiaannya. Pasien yang datang ke rumah sakit bukan sekadar nomor rekam
medis, melainkan manusia yang datang membawa harapan untuk mendapatkan
pertolongan. Di sisi lain, keluarga pasien juga membutuhkan kepastian,
informasi dan komunikasi yang jelas dari pihak rumah sakit.
MOT mendesak Pemkab Pasaman Barat dan DPRD segera melakukan evaluasi terhadap
pelayanan RSUD Pasaman Barat, termasuk memastikan standar operasional pelayanan
benar-benar diterapkan.
Evaluasi tersebut bukan untuk mencari-cari kesalahan tenaga medis, melainkan
untuk mengetahui apakah standar pelayanan telah berjalan sebagaimana mestinya,
apakah ketersediaan dokter spesialis memadai, bagaimana mekanisme pelayanan
pasien, serta bagaimana pengawasan terhadap kedisiplinan tenaga kesehatan.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran, tentunya harus ditindak
sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, apabila tidak ditemukan pelanggaran,
hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara transparan agar masyarakat
mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang.
MOT juga meminta manajemen RSUD Pasaman Barat memberikan klarifikasi terkait
keluhan keluarga almarhumah SM, termasuk mengenai kronologi pelayanan, kehadiran
dokter spesialis yang disebut oleh keluarga pasien, serta tindakan medis yang
diberikan selama pasien menjalani perawatan.
Pada akhirnya, tujuan utama evaluasi bukanlah menyalahkan pihak tertentu,
melainkan memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Pasaman Barat terus mengalami
perbaikan dan masyarakat tetap merasa aman, nyaman serta mendapatkan pelayanan
terbaik ketika membutuhkan pertolongan medis. *** buana


Tidak ada komentar:
Write comment