![]() |
| SMP N 4 Sungai Beremas Poros |
PASAMAN BARAT, prorakyatnews.id – Harapan SMP N 4 Sungai Beremas untuk menikmati akses internet lancar melalui bantuan resmi pemerintah berujung kecewa. Alih-alih mempercepat digitalisasi pendidikan, bantuan WiFi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di sekolah yang terletak di Poros Pasaman Barat ini justru dinilai gagal fungsi alias "tolalit".
Kondisi ini memaksa pihak sekolah kembali bergantung pada jaringan pribadi milik salah satu guru, bahkan untuk urusan krusial seperti ujian.
Kepala SMP N 4 Sungai Beremas, Aptiani mengungkapkan bahwa sejak ia menjabat pada Maret 2026, persoalan infrastruktur digital dan listrik masih menjadi momok utama. Padahal, sebulan yang lalu pihak Kominfo telah memasang perangkat WiFi Tenaga Surya baru yang diproyeksikan untuk menggantikan perangkat lama tahun 2023 serta jaringan mandiri milik guru.
![]() |
| Apriani, Kepala SMP N 4 Sungai Beremas Poros |
"Memang sekarang sudah dikasih bantuan sama Kominfo. Tetapi sangat sulit pula dapat jaringan, sinyalnya tolalit dan kurang bagus. Terpaksa kami kembali menggunakan WiFi pribadi guru yang ada di sekolah," keluh Kepala Sekolah saat dikonfirmasi belum lama ini.
Ironi dunia pendidikan ini semakin terasa saat pelaksanaan Ujian TKA. Bantuan WiFi dari pemerintah dilaporkan sering tidak aktif atau tidak bisa diakses pada pagi hari, waktu di mana aktivitas belajar-mengajar dan ujian sedang mencapai puncaknya.
Akibatnya, pihak sekolah harus mengambil langkah darurat dengan menggunakan paket data pribadi guru. Hal ini tentu menimbulkan konsekuensi finansial yang tidak sedikit.
Pemakaian WiFi pribadi guru membutuhkan biaya paket data yang harus ditanggung secara mandiri atau melalui kas sekolah yang terbatas.
![]() |
| SMP N 4 Sungai Beremas Poros |
Pihak sekolah mendesak agar pemerintah, khususnya Kominfo, tidak hanya sekadar melakukan pemasangan alat secara formalitas (seremonial), tetapi juga memastikan kualitas jaringan yang stabil dan ketersediaan arus listrik yang memadai.
Para guru dan siswa masih harus bersabar dengan sinyal yang timbul-tenggelam, sembari berharap ada perbaikan nyata agar proses mencerdaskan kehidupan bangsa tidak lagi terhambat oleh istilah "sinyal payah".
Begutupun pada pihak PLN agar segera memasukkan jaringan ke kawasan Poros ini. Karena hingga saat ini listrik PLN belum masuk kesana **** irz

.png)

.png)
Tidak ada komentar:
Write comment