PASAMAN BARAT, prorakyatnews.id — Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pasaman Barat terus meningkatkan edukasi kepada pelajar dan santri mengenai pencegahan serta penanganan dini bahaya kebakaran.
Program sosialisasi ini telah dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2025. Kepala Satpol PP dan Damkar Pasaman Barat, Handoko, SE, MM, menjelaskan bahwa setiap tahun pihaknya melakukan kunjungan sosialisasi ke sekitar 11 sekolah di Kabupaten Pasaman Barat.
Pada tahun 2026 ini, kegiatan tersebut kembali dilaksanakan. Rangkaian kunjungan dimulai pada Selasa (22/9/2026). Sejak pagi, tim Damkar memberikan sosialisasi di SMK Negeri 1 Ranah Batahan, kemudian dilanjutkan pada sore harinya ke Pondok Pesantren ZAMIGA, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka.
Di Pesantren ZAMIGA, sosialisasi dan simulasi pencegahan dini bahaya kebakaran dilakukan di Mushalla ZAMIGA dan diikuti oleh para santri yang tinggal di asrama.
Handoko menjelaskan bahwa sosialisasi ke sekolah dan pesantren merupakan upaya penting untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda mengenai bahaya kebakaran, cara mencegahnya, serta tindakan yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran.
“Setiap tahun kami melaksanakan sosialisasi ke berbagai sekolah. Tahun ini kami mulai pada Selasa ini, pagi di SMK Negeri 1 Ranah Batahan dan sore di Pesantren ZAMIGA,” ujar Handoko.
Disambut Baik oleh Pihak Pesantren
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Ketua Yayasan YPPIT ZAMIGA, Irti Zamin, SS. Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting mengingat banyak santri tinggal dan beraktivitas di lingkungan pesantren.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Kasatpol PP dan Damkar beserta tim. Kegiatan ini tentunya dapat menambah wawasan dan pengetahuan para santri dalam mengantisipasi dan mencegah kebakaran,” kata Irti Zamin.
Ia menambahkan bahwa pengetahuan tentang pencegahan kebakaran sangat diperlukan, karena selain belajar, para santri juga tinggal di asrama sehingga pemahaman mengenai keselamatan dan penanganan keadaan darurat sangat penting.
Tim Satpol PP dan Damkar yang Hadir
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP dan Damkar Handoko, SE, MM. Hadir pula Saripin, SE (Kabid Damkar), Khairil Ikhwan (Kasi PK), Wen Wahyudi (Danru Regu A Posko Simpang Empat), serta staf Damkar lainnya seperti Iing Hidayat, Mardianto, Wahdini, dan Rifka DF. Turut hadir juga Hari R sebagai sopir dan anggota Satpol PP.
Kebakaran Harus Dicegah Sejak Dini
Handoko menjelaskan bahwa bahaya kebakaran bisa terjadi kapan saja, sehingga kewaspadaan dan upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.
Ia menyampaikan bahwa pelayanan kebakaran berdasarkan Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 mencakup pemadaman dan pengendalian api, penyelamatan dan evakuasi korban serta masyarakat terdampak, dan penyelamatan harta benda.
Selain itu, Damkar juga memberikan pelayanan nonkebakaran seperti penanganan banjir, evakuasi sarang tawon, biawak, ular, kucing, dan hewan lainnya, serta berbagai layanan darurat lainnya.
Handoko juga memberikan pemahaman kepada para santri tentang unsur dasar terjadinya api: sumber panas, oksigen, dan bahan bakar. Jika salah satu unsur dapat dihilangkan, api bisa dipadamkan.
“Api kecil adalah kawan, api besar adalah lawan. Karena itu kebakaran harus dicegah sejak dini,” pesan Handoko.
Tujuh Tips Mencegah Kebakaran
Para santri juga diberikan beberapa tips sederhana untuk mencegah kebakaran, yaitu:
- Mematikan atau mencabut peralatan elektronik dari sumber listrik saat tidak digunakan.
- Menjauhkan benda mudah terbakar dari sumber panas.
- Mengawasi penggunaan kompor dan memastikan kompor dimatikan sebelum meninggalkan tempat atau tidur.
- Tidak merokok di dalam rumah atau area mudah terbakar.
- Menyediakan alat pemadam kebakaran (APAR) di tempat yang mudah dijangkau.
- Memeriksa instalasi listrik secara berkala.
- Memastikan kondisi rumah dan bangunan aman sebelum ditinggalkan.
Simulasi Penanganan Kebakaran di Pesantren
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran di halaman Pesantren ZAMIGA.
Dalam simulasi tersebut, tim Damkar memberikan contoh langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi kebakaran, termasuk penanganan kebakaran akibat kebocoran gas dan kebakaran pada peralatan memasak.
Para santri diperlihatkan cara menghadapi api yang muncul akibat kebocoran gas dengan mengutamakan keselamatan dan memastikan sumber gas dapat dihentikan apabila kondisi memungkinkan dan aman dilakukan. Tim juga memberikan contoh penanganan kebakaran pada kuali atau peralatan memasak dengan menggunakan kain atau handuk yang dibasahi untuk menutup sumber api, sehingga api kekurangan oksigen.
Selai n itu, Santri juga diajarkan untuk tetap tenang, mengenali kondisi kebakaran, menggunakan alat pemadam bila memungkinkan, dan segera menyelamatkan diri jika api sudah membesar.
Jika kebakaran terjadi akibat korsleting listrik, sumber listrik harus diputus jika aman untuk dilakukan. Apabila api sudah besar, masyarakat diminta segera meninggalkan bangunan tanpa kembali mengambil barang.
Santri juga diarahkan untuk menghindari asap tebal dan segera menuju tempat yang aman, lalu meminta pertolongan dan menghubungi petugas Damkar Pasaman Barat.
Kegiatan sosialisasi dan simulasi ini diikuti para santri asrama dengan antusias dan memberikan pengetahuan langsung yang bermanfaat.
Melalui program rutin ini, Satpol PP dan Damkar Pasaman Barat berharap kesadaran serta kesiapsiagaan pelajar dan santri terhadap bahaya kebakaran terus meningkat.
“Jangan panik, utamakan keselamatan, dan segera minta bantuan apabila kebakaran tidak dapat dikendalikan,” pesan Handoko mengakhiri. **** irz


.png)
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Write comment