Rabu, 22 April 2026

Jembatan Pigogah Akses ke Teluk Tapang belum Fungsional, Meski telah Diresmikan

 

 Akses ke Pelabuhan Teluk Tapang Masih Terkendala, Jembatan Pigogah Belum Fungsional Meski Diresmikan

PASAMAN BARAT, prorakyatnews.id  – Akses infrastruktur menuju Pelabuhan Teluk Tapang Kecamatan Sungai beremas Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat masih menyisakan persoalan, meski telah diresmikan secara simbolis pada 13 Februari lalu. Dari tiga jembatan yang dibangun pada Tahun Anggaran (TA) 2025, yakni Jembatan Patibubur, Jembatan Pigogah, dan Jembatan Sungai Tarok, satu di antaranya—Jembatan Pigogah—hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.



 Akses ke Pelabuhan Teluk Tapang Masih Terkendala, Jembatan Pigogah Belum Fungsional Meski Diresmikan



Berdasarkan pantauan di lapangan beberapa hari terakhir, oprit atau jalan pendekat menuju Jembatan Pigogah yang berada setelah kawasan Lubuk Buaya masih berupa timbunan tanah dan belum stabil. Kondisi ini membuat akses menuju badan jembatan belum layak dilalui kendaraan secara normal.

Di lokasi, terlihat portal sederhana dari batang kelapa dipasang sebagai pembatas. Akibatnya, hanya kendaraan roda dua tertentu yang berani melintas, sementara kendaraan roda empat atau lebih belum dapat menggunakan jembatan tersebut.


 Akses ke Pelabuhan Teluk Tapang Masih Terkendala, Jembatan Pigogah Belum Fungsional Meski Diresmikan


“Kami heran, jembatan sudah diresmikan tapi belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya. Seharusnya pembangunan tidak hanya fokus pada badan jembatan, tetapi juga opritnya diselesaikan,” ungkap salah seorang warga.

Selain akses yang belum memadai, kondisi timbunan tanah pada sisi oprit dinilai rawan longsor, terutama saat musim hujan. Warga berharap pemerintah segera membangun talud atau beton penahan tanah di sisi kiri dan kanan jalan agar struktur lebih kuat dan aman.


 Akses ke Pelabuhan Teluk Tapang Masih Terkendala, Jembatan Pigogah Belum Fungsional Meski Diresmikan


Belum berfungsinya jembatan baru ini membuat masyarakat masih bergantung pada jembatan alternatif di samping lokasi. Jalur tersebut memiliki kapasitas terbatas dan dinilai kurang memadai untuk menunjang mobilitas, terutama dalam mendukung aktivitas menuju pelabuhan.

Kondisi ini juga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait status pengerjaan proyek. Pasalnya, jembatan telah diresmikan pada tahun 2026, namun hingga kini akses pendukungnya belum rampung. Muncul dugaan apakah terjadi perubahan kontrak atau bahkan putus kontrak dalam pelaksanaan proyek tersebut.


 Akses ke Pelabuhan Teluk Tapang Masih Terkendala, Jembatan Pigogah Belum Fungsional Meski Diresmikan


Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat, Armi, memberikan keterangan singkat. Ia menyebutkan bahwa pengerjaan oprit jembatan akan dilanjutkan pada tahun ini dengan menyesuaikan sisa anggaran sebelumnya.

“Untuk oprit jembatan akan dilanjutkan tahun ini, sesuai dengan anggaran tahun lalu,” ujarnya.

Namun, saat dimintai penjelasan lebih lanjut terkait detail teknis maupun status kontrak proyek, ia menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada Kepala Bidang Bina Marga (Kabid BM). Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi.


 Akses ke Pelabuhan Teluk Tapang Masih Terkendala, Jembatan Pigogah Belum Fungsional Meski Diresmikan


Masyarakat Pasaman Barat berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunan secara menyeluruh, tidak hanya pada badan jembatan tetapi juga oprit dan pengaman jalannya. Mereka menilai, penyelesaian infrastruktur ini sangat penting untuk memperlancar akses menuju Pelabuhan Teluk Tapang serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jangan hanya diresmikan, tapi harus benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” harap warga. **** Irz

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Headline News

Back to Top